Delapan Tahun, Satu Nama
Karya: Husnul Khuluq Az zahrahDi bawah beringin yang renta,
di tepi jalan retak yang dimakan usia,
aku mengenalmu bukan sebagai takdir,
melainkan sebagai kekaguman
yang tumbuh di antara cerita dan tawa.
Tahun demi tahun berlalu,
namamu tetap tinggal
di tengah doa-doa yang lirih.
Kuketahui engkau dari jauh,
dalam langkahmu mencari ilmu,
dalam ayat-ayat yang kau jaga,
dan dalam keteguhanmu yang membuatku kagum.
Dulu aku pernah mencoba melupakan,
namun waktu justru mengajariku
bahwa tidak semua perasaan
ditakdirkan untuk lenyap.
Sebagian cukup untuk disimpan,
menjadi doa yang dirahasiakan langit.
Delapan tahun mengagumimu
aku belajar arti sabar, ikhlas, dan percaya.
Jika takdir mempertemukan kita,
aku akan bersyukur.
Jika tidak,
biarlah namamu tetap menjadi kisah indah
yang dahulu menguatkanku
untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Sukabumi, 1 Juni 2026