Mengagumi dari Kejauhan, Mencintai dalam Diam
Karya: Evi SyawalianiAku mengagumimu dari kejauhan, melalui tatapan pertama yang menyesap diam-diam. Seribu tanya berbisik dalam dada, mengapa hanya kamu yang mampu mengetuk hatiku tanpa sengaja? Dalam benakku namamu bersemi, wajahmu tinggal di dalam mimpi. Seperti air jernih yang mengalir, cinta ini nyata namun tak bisa kugenggam erat. Kubiarkan ia tumbuh menjadi keindahan tanpa syarat.
Dua tahun lamanya aku memupuk rasa tanpa tahu siapa sesungguhnya dirimu. Kekaguman perlahan tumbuh menjadi cinta yang tak terucap, hanya tersimpan di relung kalbu. Dalam sepi sujudku, namamu kusemat dalam doa. Senyummu adalah pelangi, tawamu candu yang membuatku utuh. Hanya kamu yang kutunggu, walau kau tak tahu. Seandainya cerita ini bisa kau lihat, kau akan tahu betapa tulusnya aku. . Tuhanlah yang membisikkan namamu, membuatku rela jatuh tanpa ragu. Sering kutatap langit, mendoakanmu dari kejauhan yang sunyi. Meski ragu dan takut kadang merayap, aku menyerahkan segalanya kepada Tuhan yang Maha Tahu.
Aceh Singkil, 1 Juni 2026