Tak pernah sampai
Karya: YUNITA DILLAKAku mengenalnya dari layar ponsel yang sering kubuka sebelum tidur,
di antara wajah-wajah yang lewat tanpa nama,
namun pandangku justru tertuju padanya,
seolah ada sesuatu yang diam-diam memanggil.
Sejak itu ia hadir dalam diamku,
menyelinap di sela hari yang sepi maupun ramai.
Saat kesepian menghampiri,
aku membuka foto dan video yang menampilkan senyumnya,
seolah mampu mengisi kembali hari-hariku yang lelah.
Tanpa kusadari, harapan kecil mulai tumbuh,
tentang aku yang ingin berdiri di hadapannya
dan membuatnya tahu bahwa ada seseorang yang mengaguminya.
Waktu mengajarkanku dalam diam,
bahwa ia tidak pernah mengenal namaku,
dan aku hanya seseorang yang mengaguminya dari jauh.
Perlahan aku mengerti,
mengagumi tak selalu berarti memiliki.
Sebab ada cinta yang tugasnya hanya tumbuh,
lalu tetap indah meski tak pernah sampai.
kupang,1 juni 2026