LIYA SALAMATUN DAIMAH - Mewarisi arah (LCP 47)

📅 28 Juni 👁 Memuat...

Mewarisi arah

Karya: LIYA SALAMATUN DAIMAH


Ayah, sejak namamu berhenti dijawab oleh pagi, rumah tak pernah benar-benar sama. Ada kursi yang tetap diam, tetapi disanalah aku belajar bahwa kehilangan tidak selalu bersuara. Kuselipkan harapan antara doa-doa yang tak meminta balasan;semua setiap kebaikan yang kulakukan menemukan jalan menuju keabadianmu. Aku tak ingin mengulangi waktu, sebab kasihmu telah selesai mengajarkan arah. Kini, setiap langkah yang ku pilih adalah cara paling sunyi untuk menyebut namau-hingga kelak, ketika hidup usai, aku mengenal pulang dari jejak yang pernah yang kuatinggalkan.


Ponorogo, 27 juni 2026