Sudut yang kehilangan cahaya
Karya: Marisa SitanggangDi rumah ini, aku seperti bayangan hitam,
selalu ada, namun tak pernah menjadi tempat cahaya singgah.
Aku menetap di sudut yang sama,
menyaksikan waktu berlalu tanpa suara.
Sementara cahaya terus berpindah,
mencari wajah-wajah yang layak dipeluk terang.
Ia menyapa banyak mata dengan hangatnya,
namun tak pernah singgah untuk melihatku.
Aku menetap di sudut yang sama,
tempat malam datang lebih awal.
Di sanalah aku tumbuh,
merajut sepi dari kata-kata
yang tak pernah menemukan telinga.
Kadang aku ingin menjadi bintang,
kecil dan jauh dari jangkauan,
namun tetap mendapat tempat di mata yang memandang,
tak seperti bayang yang hadir tanpa pernah disadari.
Namun waktu lebih akrab pada keramaian.
Ia menyimpan sebagian nama di tengah percakapan,
dan membiarkan sebagian lain terlupakan.
Medan, 31 Mei 2026