PARA PENJAHIT LUBANG DI LANGIT
Karya: MUHAMAD SAEPULOHMalam selalu meninggalkan koyak
pada mimpi-mimpi kecil
yang menggigil di tepi zaman.
Lalu seseorang datang
membawa sekotak jarum sunyi.
Ia menjahit ufuk
dengan benang dari sisa-sisa subuh,
menambatkan kembali bintang-bintang
agar anak-anak tetap percaya
bahwa langit mempunyai arah.
Tak banyak yang dimilikinya.
Hanya sandal
yang hafal jarak,
dan saku
yang lebih sering berisi doa
daripada angka.
Namun setiap pagi,
matahari selalu menemukan jalan
menuju jendela-jendela kecil.
Huruf demi huruf menjelma
jalan pulang bagi masa depan.
Dan bila harapan
masih bertahan hingga hari ini,
pastilah ada tangan
yang diam-diam berdarah
karena semalaman
menjahit lubang di langit.
Cianjur, 31 Mei 2026