HARAP DI BALIK TINTA
Karya: NUR FAIZAHMatinuluΓ© essoΓ©, wattuna mabelajeng,
Matahari terbenam, waktunya belajar,
Demikianlah pesan Lontara yang kutempel di dinding kamar.
Sejak aksara itu hadir,
Meja belajarku tak pernah sepi,
Bukan karena aku paling rajin,
Melainkan karena takut mengkhianati hasil,
De' uca'la lele',
Tak kuucapkan lelah,
Meski kelopak mata berat, dan
pikiran mulai padam,
Meski bahu ini sering remuk
oleh tugas yang menumpuk.
Puang, pitarimai akkalengku,
Tuhan, peliharalah akalku,
Karena di depan kelas sering tumpul,
Dan di hadapan lain mudah rapuh,
Kutanam cita-cita di antara baris catatan,
Tertulis nama kampus, tertulis nama orang tua yang ingin kubanggakan.
Kubalut dengan doa, kuselipkan di setiap baris.
Kukunci rapat-rapat agar tak ada yang tahu.
Bukan karena hendak berhenti,
Hanyalah karena jalan ini memang harus mendaki, berliku, dan sunyi,
Jalan yang kutempuh sendiri, tanpa suara sorak,
Aku menamai sunyi ini dengan harap,
Lalu menyembunyikannya di balik tinta yang tak pernah kubacakan
Barru, 27 juli 2026