Mengagumi tanpa memiliki
Karya: Nurul Asmatul HasanahMengenal mu tanpa sengaja, melupakan mu hampir gila, siapa sangka wajah semanis senja, membuat luka sedalam samudera.
Tanpa ku sadari, keputusan untuk melupakan mu kesalahan besar, menanti mu juga kesalahan yang fatal.
Terus aku harus bagaimana?
Aku seperti berdiri di ujung waktu, menanti sesuatu yang bahkan tak pernah berjanji akan tiba.
Mungkin jawabannya bukan memilih, antara melupakan atau menunggu, tetapi menerima bahwa mengagumi tidak harus selalu memiliki.
Aku akan tetap disini,
Bukan untuk menunggu, bukan pula untuk melupakan, melainkan bertahan dalam keheningan dan mengagumimu dari kejauhan.
Sambil perlahan aku belajar, bahwa luka pun dapat menjadi guru yang paling tulus.
Dan suatu hari,
ketika senja itu datang kembali, aku akan tersenyum kepada mu, karena kamu lah yang telah mengajariku bahwa mengagumi tidak selalu berarti memiliki.
Binjai, 29 Mei 2026