Biru
Karya: Putra Qois SudiyantoDi tepi laut yang berbisik pelan,
aku berdiri memandang cakrawala,
tempat langit dan laut saling bersentuhan,
menyimpan keindahan yang sulit dijelaskan kata.
Biru langit membentang tanpa batas,
tenang, luas, dan penuh rahasia.
Seakan mengajarkan bahwa harapan,
selalu ada di balik setiap perjalanan manusia.
Laut bergelombang dengan lembut,
menari mengikuti hembusan angin sore.
Setiap riaknya membawa kekaguman,
setiap deburnya menghadirkan ketenangan di hati.
Aku mengagumi bukan hanya warnanya,
melainkan caranya tetap indah dalam kesederhanaan.
Langit yang tinggi tak pernah sombong,
laut yang luas tak pernah meminta pujian.
Dan saat mata memandang jauh ke ujung biru itu,
aku sadar bahwa keindahan sejati,
sering kali hadir dalam diam,
mengajarkan manusia untuk bersyukur dan mengagumi.
Di antara langit dan laut yang membiru,
aku menemukan alasan untuk jatuh kagum berulang kali.
Bandar Lampung, 1 Juni 2026