Bahasa Sunyi
Karya: Rian NurfaisalAku tahu caramu menepi
dari gema kepalsuan.
Kau menjelma sunyi
ketika suara kehilangan nyawa.
Kau biarkan debu mengudara
tanpa ikut menjadi angin.
Kau mengusik berhala tua dalam pesta
meski tak pernah mencelanya
Kau menyirami parit kering
dengan hujan yang turun
tapi bukan dari langit
Di saat ramai suara
menghela nafas pujian,
kau berdetak dengan nurani
yang mendenyutkan nadi kebenaran.
Dan aku menepi
untuk menuliskan ikrar darahmu
dalam bahasa sunyi
yang tak bisa kutiru.
Garut, 31 Mei 2026