Wasti Maldini Sihombing - Musim yang Terlupakan (LCP 46)

📅 03 Juni 👁 Memuat...

Musim yang Terlupakan

Karya: Wasti Maldini Sihombing


Hujan turun tanpa belas kasihan
mencambuk tubuhku yang telah lama menyerah
dalam lumpur merah yang dingin dan tak bertepi.
Tangis burung- burung di kejauhan larut menjadi irama rapuh
seolah dunia telah lupa cara menghangatkan yang terluka.
Lalu kau datang.
Dari balik kabut dan hujan
dengan jubah hitam yang anggun dan mata biru seterang langit musim dingin berkilau oleh serpihan perak yang nyaris tak nyata.
Aku lama menatap mu.
"Ada bintang yang tenggelam di matamu"
Untuk sesaat kau terdiam
Seakan menyimpan kata-kata yang tak pernah takdirkan untuk lahir
Dan takdir menunjukkan wajah yang sesungguhnya
Barang kali sejak saat itu
Aku telah kalah pada takdir.
Sebab aku sempat percaya
Bahwa pertemuan sependek hujan
Dapat mengubah seluruh hidup seseorang
Namun kini aku hanya bisa bertanya pada langit
Mengapa di kehidupan yang hanya sekali ini, aku tidak bisa memiliki apa yang benar benar aku inginkan?
Seperti ladang luas di kejauhan
Dapat kulihat dengan jelas
Namun tak pernah dapat ku gapai.



Medan, 3 Juni 2026