Tuhan Terlambat
Karya: Heru Sumarno, S.S., Gr., TEFL Cert.Tuhan Terlambat
Karya: Heru Sumarno
Kukirim namaku
ke alamat-Mu
dengan perangko
yang kulem dari luka.
Bertahun-tahun
kotak pos langit
tetap terkatup.
Setiap pagi
kutitipkan harap
kepada angin.
Setiap senja
ia kembali
membawa sunyi
yang kian fasih
mengeja namaku.
Kupelajari
ejaan kecewa,
hingga suaraku
asing
di telingaku sendiri.
Kupikir—
Tuhan terlambat.
Namun waktu
diam-diam
mengembalikan surat itu.
Tanpa
cap balasan.
Tanpa
membuka segelnya.
Melainkan
sidik jariku
yang tak lagi sama.
Sejak itu
aku mengerti:
tak ada doa
yang kehilangan alamat.
Yang tersesat
hanyalah
pemiliknya.
Malang, 16 Juli 2026