Pelukan Pertama
Karya: Mochamad Figo Al Faiq, S. Pd.Tuhan,
aku pernah menjadi anak
yang belajar dewasa
sebelum sempat belajar bermanja.
Rumahku memiliki atap dan pintu,
tetapi tak selalu memiliki hangat
untuk pulang.
Kutanam semua yang tak sempat bersuara.
Sesuatu yang ingin bertahan
harus berani hidup
di tempat yang paling gelap.
Mereka mengagumi rindangnya daun.
Tak ada yang bertanya seberapa dalam akarku terluka.
Dalam setiap peluh,
kuselipkan doa:
jangan wariskan sepi ini
kepada anak-anakku.
Kau menjawabnya
dengan sepasang tangan kecil
yang memanggilku "Ibu."
Di dalam diriku,
seorang anak perempuan
akhirnya
menemukan teman pulang.
Jawaban doa
adalah keberanian
memutus luka
yang diwariskan waktu.
Karena dahulu
ada seorang anak
yang tak pernah selesai
mencari pelukan.
Kini,
setiap kali kupeluk anak-anakku,
aku tahu:
itulah jawaban
atas doa-doaku.
Bogor, 12 Juli 2026