Doa yang Menjelma Jadi Kamu
Karya: Muh. Irfansyah. AJauh sebelum semesta mempertemukan kita, aku membisikkan harapan kepada Sang Pecipta tentang perempuan tak bernama yang selalu kupinta kepada-Nya.
Entah di kota mana ia menumbuhkan mimpinya. Entah pada langit yang mana ia memanjatkan doanya. Mungkin, pada waktu yang sama, kami saling mendoakan meski belum saling mengenal.
Aku tak memohon paras menawan yang mampu membungkam dunia.
Aku hanya meminta perempuan yang kehadirannya mampu menenangkan riuh di dadaku, menggenggam tanganku ketika hidup kehilangan arah, dan mengingatkanku kepada Tuhan saat dunia terasa bising.
Lalu waktu menjalankan tugasnya. Takdir menyulam kisah yang semula terpisah. Dan Tuhan, dengan cara-Nya yang mengejutkan, mempertemukan dua kisah yang sejak awal dituliskan berdampingan.
Saat mataku bertemu denganmu, aku merasa tidak sedang mengenal seseorang yang baru. Mungkin engkau adalah doa yang belum memiliki nama.
Dan pada akhirnya...
engkaulah jelmaan doaku.
Makassar, 01 Juli 2026