Jalan pulang sebuah doa
Karya: Nabila Chantika FatinKutitipkan harapan pada lipatan langit yang hening,
di mana malam menjalin bintang menjadi harapan.
Kubiarkan angin membawanya dengan tenang,
karena langit selalu tahu jalan pulang untuk setiap doa.
Langit tak selamanya cerah tanpa henti,
awan kadang datang menutupi cahaya.
Namun, aku percaya bahwa fajar tak pernah mengkhianati malam.
Begitu pula harapan yang setia menunggu jawaban.
Saat ufuk mulai merekah dengan warna pagi,
langit mengembalikan doa yang lama kutitipkan.
Bukan dengan gemuruh yang memecah keheningan,
melainkan dengan rasa syukur yang perlahan memenuhi hati.
Bogor, 8 Juli 2026