Seandainya Takdir Berbelas Kasih
Karya: Nur Sakinah Aurelia MaulidaSenja mengembalikan langit
kepada warna yang tak mampu kutahan.
Aku menyimpan harap
di balik namamu,
seperti embun yang gemetar
sebelum jatuh ke tanah.
Kita pernah memandang fajar yang sama,
menghitung burung-burung pulang,
lalu diam ketika angin
membelah jalan menjadi dua.
Tak ada yang saling melepaskan,
namun langkah kita
tak lagi menemukan arah yang sama.
Aku belajar berbicara
kepada malam yang bisu,
menitipkan doa
yang tak pernah selesai diucapkan.
Seandainya takdir berbelas kasih,
mungkin tangan tak harus terlepas
hanya karena langit
memanggil kita dengan cara berbeda.
Kini hanya sunyi
yang setia mengingat namamu,
sedang aku perlahan memahami,
ada cinta yang cukup hidup
di dalam doa,
meski tak pernah menjadi rumah.
Batam, 15 juli 2026