ALFI ROSE SA'ADAH - Garis Takdir yang Menepi di Pusara (LCP 48)

📅 09 Agustus 👁 Memuat...

Garis Takdir yang Menepi di Pusara

Karya: ALFI ROSE SA'ADAH


Dua jiwa merajut asa di atas altar yang berbeda,
Satu kiblat rindu, namun jalurnya terkunci takdir semesta.
Kita memuja kasih dengan ketulusan yang sama,
Meski menengadah pada nama dan kuasa yang tak serupa.
Namun kehendak-Nya meniti jalan yang tak terduga,
Sang Pencipta teramat sayang hingga menjemputnya.
Ia dipanggil pulang lebih dulu ke keabadian,
Meninggalkan aku terempas dalam sunyi kepedihan.
Sesi potret itu kini menjadi ruang yang paling kubenci,
Aneh dan gamang, dunia terasa hampa tanpa hadirmu di sisi.
Susunan barisan kita tak lagi berada dalam satu frekuensi, oh...
Satu, dua, tiga, ini nyata bahwa kau telah pergi.
Kini aku melangkah bertamu ke rumah bisu milikmu,
Tiada lagi senyum hangat, yang kutemui hanya dingin papan dan namamu.
Tuhan kita saja telah berbeda, jarak kita pun terlampau jauh,
Lalu kini, di sisa nafas ini, bagaimana aku harus mengeluh?
Alam kita pun telah resmi terbelah selamanya...
Sejauh apa lagi batas kejam yang memisahkan kita?
Menatap pusara sunyi, merajut pilu yang kian membiru,
Sebab renggang ini bukan lagi soal waktu...
Melainkan jarak terbentur dinding keabadian,
Dan jika rindu menyerang, sungguh aku takkan mampu.



Surabaya 8 Agustus 2026