Karya: Astik Rohayati
setiap yang hadir tak selalu menetap,
kadang mereka hanya singgah
tak perlu kau hidangkan jamuan megah,
cukup siapkan ragamu
untuk menerima beribu sembilu.
kukira do'a yang kupanjatkan
di tiap detik yang patah
akan menjelma kepastian.
nyatanya
aku hanya digantung dalam kungkungan asa.
bersatu adalah angan yang kutunggu
dengan deri dan harap,
yang datang goresan
bukan sekadar goresan
bahkan retak
bayang kelam dari pilunya harapan.
aku menanti keindahan,
namun diberi pahit dan getir.
ia mengoyak menyayat
dan meninggalkanku
bak diterpa beribu sembilu yang menganga.
Jepara, 20 agustus 2026