Karya: Indah Purnamasari Siahaan
Diantara riuh suara yang tak pernah berhenti
Diri ini pernah kehilangan dirinya
Pundak yang berat membawa setiap luka
Sementara Tuhan terasa sangat jauh
Aku memeluk lukaku
Kutundukkan kepalaku dan sujud dihadapannya
Dengan bibir yang gemetar
Lahir doa yang tidak pernah didengar
Harapan badai berhenti dilangitkan
Doa doa yang terasa jauh mulai diulangi
Berharap ada telinga yang mendengar setiap keluh
Namun diri ini terus bertahan walau ingin runtuh
Kini aku mengerti
Yang memberi sedikit cahaya pada kegelapan bukanlah sesuatu yang besar
Namun hati yang terus percaya bahwa setelah langit yang gelap selalu ada langit yang cerah
29 Agustus 2026