Asmara loka yang gugur di ujung doa
Karya: Cindy lailaturrahmahBak seorang pujangga rupawan
Datang bersamanya kelembutan
Menggenggam raga dengan kasih
Seakan berjalan diantara cahaya yang lupa padam
Renjananya bersemu kala senyumnya menatap kalbu
Jika padanya kutulis sebuah rayuan
Ku selipkan sedikit legit didalamnya
Agar dibacanya tersipu bak lembayung di langit senja
Jika perangainya semanis itu
Bagaimana bisa lenyapkan admanya dalam pikiranku?
Kalung salib bertengger manis pada dada rupawannya
Begitu taat saat menyatukan tangannya di depan dada
Sembari terpejam seakan berbincang elok pada Tuhannya
Aku terkesima sembari berkata
“bagaimana bisa kurebut manisnya pada Tuhannya”
Di persimpangan ku melangkah sembilu dalam sunyi
Membiarkan ia melangkah sendiri di jalan pulangnya
Ku relakan ia pulang pada rumahnya meski lara mengelabuiku
Asmara loka kita memang begitu jelita
Namun dua doa yang berbeda imannya
Tak akan pernah mekar sempurna pada rumah yang sama
Probolinggo, 6 Agustus 2026