Karya: Moch Al-Gipari Nur Rokib
Setiap langkah,
Setiap pilihan,
Berbeda.
Hati,
Logika,
Berkata sebaliknya.
Hati bercakap pada Tuhan.
"Tuhan, mengapa?
Mengapa kau buat dia berbeda."
Lantas,
Logika berbalas,
"Atas dasar apa?
Kau bertanya keputusan Tuhan."
Terombang-ambing
Tak bisakah kita bersama?
Tak pantaskah aku tuk dirinya?
Meski,
Aku mencintainya.
Pikiranku memikirkannya.
Ragaku tak pernah lupa akan hangatnya.
Namun,
Pilihan yang memisahkan,
Iman yang menyadarkan.
Aku dan dirinya,
Berbeda.
Setiap upaya,
Setiap doa,
Setiap usaha,
Telah kucurahkan.
Hanya demi satu kata:
Bersama.
Aku tahu..
Aku sungguh tahu.
Aku dan dirinya,
Takkan pernah bersama,
Takkan pernah menyatu.
Tetapi,
"Tuhan izinkan aku,
Untuk mencintainya."
Garut, 28 Agustus 2026