Temui Aku di Ujung Sana, ya?
Karya: Nabilla Nurul HidayahSunyinya malam itu,
membuat ku sendu dalam mengadah,
mencoba merayu pada semesta,
benarkah benang merah itu tertambat padanya?
Saban penghujung malam,
tuturan itu terus bergema,
membayangkan — di antara beribu kemungkinan,
adakah “kita" menjadi salah satunya?
Sudut dinding menjadi saksi,
bahwa gigihnya aku saat melangitkan doa-doa itu,
doa yang menyatukan dua atma
Aku yakin,
secercah harapan itu lambat laun terwujud,
sebab aku percaya ,
bahwa kau memiliki harapan yang serupa
Garaplah semua aspirasimu itu,
jika sudah–temui aku di ujung sana ya?
aku akan senantiasa menunggumu
Bekasi, 20 Agustus 2026