Sisa-sisa Kenangan
Karya: Yosyeba akwila napitupuluPernah ada masa yang begitu sederhana, namun kini selalu kurindukan setiap kali mengingatnya. Pernah ada tawa yang memenuhi hari-hari kita, percakapan kecil yang tak berarti namun kini menjadi sesuatu yang begitu berharga. Kita pernah berjalan di jalan yang sama, berbagi cerita, berbagi mimpi, dan percaya bahwa semuanya akan selalu seperti itu. Namun waktu ternyata berbeda. Ia membawa kita perlahan ke arah yang tak sama. Meninggalkan jarak yang tak pernah kita rencanakan. Kini, yang tersisa hanyalah kenangan— sebuah tempat kecil di dalam hati, tempat semua cerita lama tetap hidup meski waktunya telah pergi. Aku tak ingin meminta waktu kembali, sebab setiap pertemuan memang memiliki perpisahannya sendiri. Aku hanya ingin berterima kasih kepada masa lalu, karena pernah menghadirkan hari-hari yang begitu indah. Jika suatu hari kita tak lagi saling menyapa, semoga kenangan tentang kita tetap menjadi alasan untuk tersenyum. Sebab mungkin, kita memang tak ditakdirkan untuk bersama selamanya—tetapi kita pernah bersama di satu bagian kehidupan yang tak akan pernah bisa diulang kembali. Dan mungkin itulah kenangan: bukan tentang ingin kembali, melainkan tentang belajar tersenyum meski hati diam-diam berkata, "Andai waktu bisa berhenti sedikit lebih lama..."
Bukittimah,17 September 2026