Doa
Karya: HalidaDoa
Saat seluruh rencana dunia padam,
doa adalah lentera yang menerangi.
Ya Rabb...
Pemilik semesta.
Aku merayu-Mu.
Berbisik di bumi, menggetarkan langit.
Meski takdir-Mu...
Tak selamanya seperti harapku.
Tapi aku percaya,
berbisik dalam diam bisa menjadi jembatan antara aku dan takdir-Mu.
Doa adalah perahu kertas
yang kulayarkan di Samudra malam,
menempuh ombak ragu,
berlabuh di dermaga ridha-Mu.
Doa ibarat setitik air di tanah yang gersang,
menumbuhkan sabar di sela patah,
menyuburkan ikhlas di ladang kehilangan.
Saat rencana yang kubangun runtuh seperti istana pasir,
Engkau mengingatkanku lewat surat cinta-Mu.
Harapanku takan berpulang kosong.
Bersama-Mu
ada cahaya yang tak pernah padam.
Ya Allah...
Jadikan setiap sujudku surat cinta.
Air mata sebagai tinta.
Agar sampai ke langit-Mu.
Karena aku tahu...
doa itu satu-satunya alamat
yang pasti sampai, kepada-Mu.
Dan Engkau,
sebaik-baiknya tempat kembali.
Halida
Banda Aceh, 5 Agustus 2026