Bertemu di Bawah Langit, Berpisah di Ambang Doa
Karya: Keyzia Lioni hafizahCinta tumbuh seperti pohon yang akarnya memeluk bumi, tetapi batangnya dibelah petir keyakinan. Kita menatap bulan yang sama, menghirup angin yang sama, namun menengadahkan doa ke jalan yang tak saling bertemu. Betapa aneh, langit begitu luas, tetapi tak menyediakan sejengkal ruang untuk kata selamanya.
Kugulung namamu ke dalam dada seperti senja yang mengubur matahari tanpa suara. Barangkali semesta sedang bergurau ketika mempertemukan kita di bawah langit yang sama. Aku belajar menjadi gugur. Kau adalah ayat yang tak mampu ku baca sedang aku hanyalah bait yang tak pernah menemukan tempat di kitab hidupmu. Maka di ambang doa, kulepaskan genggaman yang bahkan belum sempat menjadi rumah. Aku percaya. Ada masanya sujudku dan genggaman tangan mu bersatu di amin yang sama.
Kerinci, 05 Agustus 2026