Di antara dua iman yang berbeda
Karya: Cassandra ellen surbaktiKita berdiri di bawah langit yang sama,
memandang bulan dengan serupa,
namun menyebut namanya dengan cara yang berbeda.
Kau membawa imanmu,
dan aku membawa imanku,
kita memegang teguh hingga akhir,
seperti doa yang tak pernah selesai
di panjatkan dalam sunyi.
Betapa riuh hati ini
saat tau kita di takdirkan di jalan yang arahnya berbeda, betapa menyakitkannya menyukai orang yang tidak salah apa-apa.
Tembok begitu tinggi, sulit untuk ku gapai.
Tuhan?
apakah mungkin masih engkau menerima dua insan yang memiliki iman berbeda.
Sakit hati ini ketika tahu, bahwa masa depan yang kita tuju berbeda arah.
Depok, 8 Agustus 2026