Vera Amelia Widyawati - Kiblat yang Saling Membelakangi (LCP 48)

Admin

Kiblat yang Saling Membelakangi

Karya: Vera Amelia Widyawati


Di bawah selasarpura yang dikasapi senja,
kau menimang harum kayu cendana, mengeja sunyi.
Sementara di ujung selasar, jemariku meraba
butir-butir tasbih—menghitung gema yang sama ganjilnya.

Kita adalah dua baris kidung dalam satu kitab,
dibaca berurutan, namun tak pernah bersua dalam satu bait.
Dua sungai sejajar yang meratap di bawah langit Jawa,
mencari muara yang sengaja dipisahkan tebing takdir.

Darah kita mengepulkan rindu yang sama pekat,
namun keningmu menyentuh batu, keningku bersimpuh di sajadah.
Tuhan yang kita sapa dengan nama berlainan
mungkin sedang merajut duka kita menjadi benang magrib.

Bila kelak gerbang langit hanya muat untuk satu sukma,
biarkan aku tinggal di pelataran bumi yang asing ini—
sebab mencintaimu adalah ibadat terpanjang,
yang kusembahyangankan di luar garis kitabmu.



Gresik, 7 Agustus 2026

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
NextGen Digital Welcome to WhatsApp chat
Howdy! How can we help you today?
Type here...